GEREJA YANG KUAT DIBUTUHKAN KERJASAMA

GEREJA YANG KUAT DIBUTUHKAN KERJASAMA

 
Oleh Pdt Midian KH Sirait,MTh                                                                    Pendeta HKBP Resort Kalimantan Timur, Balikpapan.

Gereja menjadi kuat bila kita terus membina hubungan dengan Tuhan. Kunci kekuatan gereja menurut Roma 8: 28 adalah Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Pernyataan seperti itu harus dijaga lewat kekudusan gereja yaitu dengan membiasakan diri merendahkan dirinya dalam doa kepada Tuhan. Gereja yang kuat yang mengutamakan kekudusan Allah!

Bila kita membiasakan diri untuk hidup dalam kerendahan hati maka lambat laun kita akan memiliki karakter kerendahan hati. Kerendahan hati di dapat lewat karakter yang harus terus dilatih. Dengan melakukan kebiasaan seperti itu sebuah kemenangan akan didapat dan segala pencobaan dan godaan dapat di atasi. Inilah kekuatan gereja didalam perjalanannya di dunia ini yang penuh tantangan dan masalah sesuai dengan dinamikan zaman yang sedang berjalan itu. Marilah kita hidup dalam kerendahan hati agar kita kuat.

Kekuatan gereja di dunia ini adalah persekutuan. Persekutuan itu harus dipelihara dengan baik. Kata yang dipakai untuk persekutuan dalam bahasa Yunani adalah Koinonia yang berasal dari kata dasar koinos yang berarti lazim atau umum. Artinya berkaitan dengan kebersamaan. Adapun kata lain yang dihubungkan dengan koinonia, yakni koinonos yang berarti, sekutu atau kawan sekerja. Kata lainnya yang seringkali dikaitkan dengan koinonia adalah allelous ( berarti satu terhadap yang lain). Kata ini dipakai dengan pengertian hubungan yang timbal balik.

Dari pengertian di atas ini, maka tidak ayal, mau atau tidak mau, semangat kebersamaan sesame gereja dan anggotanya harus tumbuh bersama dengan lainnya. Masalahnya kadang kita tidak kuat! Untuk itulah dibutuhkan kerjasama di antara sesama jemaat di lingkungannya sendiri juga dalam kerjasama dengan jemaat lainnya. Kekuatan kerjasama didapat lewat pengutusan Tuhan atas gerejaNya dan orang percaya.  Tuhan Yesus berkata: “Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.” ( Yoh 14:12). Gereja adalah diutus untuk menjadi  pemberita-pemberita Firman dan penuai-penuai jiwa. Kita adalah mitra.

Bukti permasalahan Gereja di Solo akibat Bom yang mengganggu kesucian gereja, di Pulau Samosir (Pangururan) gereja tua terbakar, bantuan kerjasama terus berdatangan, turut prihatin dan saling mendoakan. Kita tidak boleh lengah dengan semangat kerjasama tsb. Dengan kerjasama tsb maka tiap gereja tidak boleh lemah oleh sebab gangguan manusia dan gangguan alam. Allah mendirikan gereja tujuannya salah satu adalah mencari jiwa yang terhilang dan memberitakan jalan keselamatan supaya semua kaum dapat memperoleh keselamatan.

Gereja didirikan untuk mempersiapkan jemaat Tuhan melakukan pekerjaan yang Tuhan Yesus. Gereja yang hadir ditengah-tengah bangsa hendaknya memberi warga dan pelayanan penguatan-penguatan seperti hal di atas. Dalam melaksanakan tugas pelayanannya mengusahakan kesejahteraan kota.  Berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu, inilah kesaksian Yeremia kepada umat Israel yang sedang berada dalam tawanan di Babilonia itu sangat sering kita kutip dewasa ini di Indonesia. Israel yang berada dalam tawanan, yang kerinduannya selalu untuk kembali ke Sion, justru diseruhkan untuk ikut serta dalam mengusahakan kesejahteraan kota.

Khusus gereja-gereja di Indonesia dan jemaatNya di Indonesia bukanlah orang asing di negeri ini. Kita dipanggil untuk membangun bangsa kita. Umat Kristen Indonesia tidak boleh merasa kecil di negri ini. Kita adalah bagian dari bangsa Indonesia, wajar hidup berdampingan sebagai mitra kerja dengan yang lainnya, melalui saling membantu dan saling mendukung serta menghormati ajarannya masing-masing, sebagai hak individu menyembah Tuhannya. Dengan itu maka gereja dapat menjadi kuat lewat kerjasama. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah (Efesus 2:19).

Tugas dan peranan gereja menjadi sangat jelas yaitu mendorong jemaat untuk ikut secara proaktif di dalam membangun bangsa, memperjuangkan keadilan dan kebenaran dan menghormati hak-hak asasi manusia, menghapuskan kemiskinan, memelihara lingkungan hidup, dan seterusnya. Gereja merupakan kumpulan anggota gereja yang menyadari bahwa mereka memiliki sesuatu yang lazim diantara mereka yakni hidup bersekutu mempelajari firman Tuhan.

Dengan demikian gereja harus meyakini dirinya lewat mengamini bahwa Allah dalam segala aspek tanpa batas; baik secara jumlah maupun secara kualitas sepatutnya dapat membuka sebesar-besarnya menampung karya Allah yang tak terbatas. Pergerakan Allah sedang terjadi di tempat ini dan akan semakin meluas! Orang sakit disembuhkan, yang tertekan dan berbeban berat telah memperoleh kelegaan.

Tiap pelayan dan warga jemaat harus hidup bersemangat. Sebagai gereja harus dapat bergerak bersama dengan Allah sehingga Kerajaan Allah yang turun ditengah-tengah kita akan semakin melebar. Marilah kita lebih bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan diri kita untuk menyongsong kedatangan-Nya kedua kali. Kasih dan Kekuatan Tuhan senantiasa menyertai kita sampai selama- lamanya.

Ya, kita tahu di setiap gereja selalu saja ada masalah kurang ini dan itu. Setiap gereja harus berjuang seperti dalam perlombaan yang diwajibkan Tuhan, untuk memberikan yang terbaik. Dibutuhkan suatu kesadaran untuk menata segala sesuatunya agar gereja dapat bergerak maju dalam perlombaan itu.  Sekarang, mari kita melihat apa yang dituliskan oleh Rasul Paulus tentang persekutuan (fellowship) seperti tertulis dalam 1 Kor 12:12: “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Karena tubuh senantiasa terdiri dari berbagai-bagai anggota yang berbeda-beda, yang terspesialisasi untuk melakukan sesuatu, tetapi untuk melayani satu tujuan yang sama.

Ada banyak gereja, tetapi keberagaman ini mencerminkan satu tubuh Kristus yang utuh dan tidak terbagi. Setiap gereja merupakan bagian dari satu kumpulan tubuh yang besar dan meliputi seluruh dunia, yaitu satu tubuh Kristus.  Inilah rahasian kekuatan gereja dan orang Kristen, sehingga masing-masing gereja harus saling bekerjasama. Seperti tubuh yang sesungguhnya, setiap bagian bisa bekerja melayani bagian lain tanpa harus berubah dari keadaannya sendiri, untuk melayani Tubuh Kristus berdasarkan Kepala yang sama – Tuhan Yesus Kristus.

Firman Tuhan Yesus dalam memelihara kerjasama dan agar menjadi kuat, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu yaitu, supaya kamu saling mengasihi sama seperti aku telah mengasihi kamu, demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi (Yohanes 13:34-35).

Intinya agar gereja kuat dan mampu bekerjasama, yaitu Harus saling mengasihi
Kebenaran ini ditemukan di dalam perintah baru yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus dalam Yohanes 13 . Hal saling mengasihi tidak hanya terdapat dari injil dan surat-surat Yohanes (13:34-35; 15:12, 17 cf, 1 Yohanes 3:11,23; 4,7 11-12 dan Yoh 5) melalinkan dalm surat-surat Paulus juga Janganlah berhutang apapun kepada siapa juga, kecuali berhutang kasih terhadap satu sama lain, sebab orang yang mengasihi sesama manusia sudah memenuhi semua hukum Musa (Roma 13:8).

Mengasihi bukan hanya sekadar simpati saja ataupun dalam perkataan saja. Kasih itu dinyatakan dalam perkataan dan perbuatan. Disamping itu, agar gereja menjadi kuat dalam kebersamaannya, Harus saling melayani. Tuhan Yesus adalah teladan kita dalam pelayanan. Dia memperlihatkan keteladanan seorang hamba dengan menanggalkan jubahnya, dan berpakaian seperti seorang hamba membasuh karti murid-murid-Nya. Aku telah meberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah kuperbuat kepadamu (Yoh 13:15.). Tentu yang tidak kalah pentingnya, agar kita kuat dalam segala hal, yaitu harus saling membantu menanggung beban Hendaklah kalian saling membantu menanggung beban orang supaya dengan demikian kalain mentaati perintah Kristus. (Galatia 6:2). Amin. (Penulis: Pendeta HKBP Resort Kalimantan Timur, Koordinator Pelaksana Persiapan HKBP Distrik Borneo)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s