Perayaan Jubileum 150 Tahun HKBP

Perayaan Jubileum 150 Tahun HKBP

Oleh: Pdt Midian KH Sirait, MTh

Jumat, 7 Oktober 2011 hari kelahiran HKBP, Selamat kepada HKBP (Huria Kristen Batak Protestan)! Viva HKBP, dan Horas HKBP. Selamatlah HKBP, berhasillah misionar ke tanah Batak memberitakan Injil keselamatan tsb. Jayalah HKBP, tetaplah  berfungsi sebagai “garam” dan “terang dunia” bagi lingkungannya. Meski semua aras ikut merayakan, namun kegiatan tsb harus mengacu kepada pengakuan Injil Yohannes, “Aku semakin kecil, Tuhan Yesus akan semakin besar (bd Yoh 3:30).

Bukti semua itu semua Jemaat antusias melakukan kegiatan di masing-masing wilayah dan Resort serta Huria. Tak heran keberhasilan dari perayaan dan dan ibadah Jubileum digelar di masing-masing huria. Ada yang dilakukan di gereja, di lapangan terbuka, ada yang di gedong, semua membuktikan bahwa Jubileum 150 Tahun HKBP (7/10-1861-2011) tsb cukup dibanggakan oleh jemaat dan pelayannya. Dana yang diharapkan terkumpul yang akan digunakan kepada kegiatan-kegiatan seperti disebutkan di atas. Bahkan rencana mengundang Presiden RI dan Gubernur, serta Walikota dan Bupati, meski di Pangururan harus mengalami musibah dengan terbakarnya gereja seperti diberitakan saudara-saudara kita dari berbagai kalangan, bencana dan musibah, bahkan kapal motor yang terbakar dan baru-baru ini jatuhnya pesawat di daerah Langkat. Untuk itu tabahlah dan berimanlah agar makna Jubileum juga maknai agar solidaritas kepada sesama menjadi bagian dari Jubileum tsb, membebaskan saudara-saudara kita dari beban dan penderitaan.

Gereja na bolon

Sejarah telah mebuktikan, bahwa HKBP dalam melewati perjalanan dari tahun ke tahun meski sering berhadapan dengan berbagai persoanalan ditengah-tengah jemaat, namun HKBP tetap Jaya. Pantaslah kita semua menyebutkan Horas bagi HKBP. Tanpa terasa, kini HKBP sudah 150 tahun. Tentu banyak tantangan dan cobaan yang dihadapinya. Tuhan memang baik, sepanjang keruwetan yang dihadapai HKBP tetap menjadi “gereja Nabolon” gereja besar.

Berkat Yubileum diperhadapkan dengan pengharapan  melalui event ibadah dan perayaan harus disambut dengan antusias yang tinggi bagi jemaatnya yang tersebar di seluruh pelosok nusantara dan bahkan di luar negri. Tepatlah motto yang dijuluki bagi putra-putra terbaik bangsa “kemanapun orang Batak merantau, maka gerejanyapun tidak pernah ketinggalan”. Tak ayal hingga kini jumlah jemaat HKBP sudah hamper mencapai 4 Juta jiwa. Mungkin saja jika dilakukan cacah jiwa yang benar, mungkin saja sudah melebihi angka seperti yang disebutkan di atas. Tampaknya motto itu harus didukung penuh oleh warga.

Kembali ke jati diri

Gaung Jubileum yang dilaksanakan di mulai dari tingkat Huria, Resort, Distrik Wilayah sudah merupakan ukuran keberhasilan diadakannya pesta parolopolopon Jubileum di HKBP. Amat pantastis, dalam menyambut Jubileum 150 Tahun HKBP kegiatan ibadah raya pun digelar di enam besar wilayah kota, propinsi dan ibukota, yaitu di Tarutung, Medan Pakan Baru, Surabaya, Balikpapan dan di Jakarta akan menjadi tolok ukur ke depan dalam menggembalikan jati dirinya. Kembalinya HKBP kejati dirinya, yakni ketaatannya kepada Kristus di atas segala sesuatu.

Jati diri yang didasari oleh tema “Hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia; berakar, di bangun, dan bertumbuh di dalam Dia (Kolose 2:6-7), dengan sub tema  “Dengan Jubileum 150 tahun HKBP membangun jati dirinya sebagai gereja yang bersumber kepada Alkitab, beribadah dan mencerdaskan seluruh warganya, bersaksi dan melayani di tengah-tengah masyarakat, serta mandiri di bidang teologia, daya dan dana”, kegiatan yang dilandasi Firman Tuhan Yesus yang intinya telah menyelamatkan bangso Batak dari ketertinggalan dengan suku-suku lainnya, bahkan baru-baru ini diumumkan bahwa satu orang dari warga HKBP diberi penghargaan sebagai putra Batak terpintar dan terbaik saat ini.

Kita sering tidak menyadari, berkat Injil Yesus itu maka Bangso Batak diterima sebagai yang terbaik dari suku yang lainnya di dunia ini. Hal itu dibuktikan bahwa di HKBP sejak berdiri hingga di usianya yang ke-150 telah ikut mencerdaskan bangsa kita dengan mendirikan pusat-pusat pendidikan, kesehatan dan ibadah. Dalam mengelola kegiatan tsb maka julukan untuk kompleks gereja di HKBP disebut dengan “pargodungan”, sebab di aera inilah kegiatan membangun kerohanian jemaat HKBP menjadi cerdas dan bijaksana.

Mencerdaskan warganya

Tak heran kalau sumbangan HKBP bagi Negara tercita RI dilaksanakan jauh sebelum Indonesia merdeka. HKBP telah berfungsi menjadi berkat bagi tetangganya, meski berbagai pengalaman pahit di sejumlah gereja sulit dalam menerima izin membangun rumah ibadah. Benarlah bahwa gereja semakin dipersulit namun api Roh Kudus Jubileum 150 Tahun HKBP tetap menyala-nyala dikalangan warga.

Pantaslah kita semua mendukung sepenuhnya kegiatan Jubileum tsb. Sebab rencana Panitia Nasional Jubileum 150 Tahun HKBP melaksanakan kegiatan ibadah dan perayaan serta berbagai kegiatan seminar kerohanian dan kegiatan dibidang kesehatan, membangun “Sopo Marpingkir”, revitalisasi Kantor Pusat HKBP dan Rumah Sakit HKBP, pantas didukung oleh semua pihak. Dukungan tsb harus diyakini bahwa HKBP mampu mandiri dibidang teologi, daya dan dana.

Gaung perayaan Jubileum HKBP 150 Tahun telah dikumandangkan selama lima tahun yakni dengan dibentuknya Panitia Pesta Pra-Jubileum 150 Tahun HKBP di setiap distrik pelayanan HKBP di Indonesia. Gema Jubileum cukup berhasil di berbagai aras pelayanan HKBP.  Keberhasilan tsb tentu tidak lepas kaitannya dengan pembahasan mengenai Jubileum itu menurut kesaksian Alkitab. Firman Tuhanlah yang mendasari mengapa Jubileum di HKBP merupakan event yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Khotbah-khotbah dan Penalaahan Alkitab di kebaktian sector masing-masing, menjadikan makna Jubileum itu dengan mudah dapat dicerna dan diaminkan.

Bebaskan yag tertindas

Makna Jubileum itu menjadi andalan kegiatan pelayanan hingga kegiatannya  dapat diterima dan dihayati, antara lain tentang pentingnya untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. Tahun  Yobel yang dapat kita baca dalam kitab Perjanjian Lama khususnya Imamat 25:8–17, merindukan bahwa jemaat dan masyarakatknya harus dibebaskan dari perbudakan, kemiskinan termasuk di dalamnya kemiskinan rohani yang mencakup iri hati, cemburu, ketertindasan, terpenjara harus dibabaskan juga bebas dari ketidakmampuan menghargai kelebihan orang lain. Tahun Yubileum bukanlah hanya tahun pesta-pesta. Yubileum tidak berarti apa-apa tanpa program atau aktifitas pembebasan dalam menjemaatkan dan melibatkan kegiatan diakonia.

Bahkan pada masa Perjanjian Baru, dan masa kita sekarang, makna yang teramat mendalam tentang Yobel itu adalah ketika Yesus diserahkan oleh Allah menjadi tebusan bagi seluruh dunia (termasuk) kita yang berdosa, sehingga kita dibebaskan dari penjara dosa, dari tawanan iblis dan dari kuburan maut. Kita diutus untuk mereka, untuk memberitakan kabar baik (euanggelion), bahwa Yesus telah menyediakan hidup yang berlimpah (Yoh. 10:10). Itulah tugas orang Kristen dalam merayakan Tahun Yobel, Yubileum dimaksud.

Buah dari penghayatan atas maksud perayaan Yubileum maka HKBP sebagai salah satu gereja dengan jemaat terbesar di Asia, HKBP patut mensyukuri rahmat Tuhan yang begitu besar pada HKBP memberi umur yang panjang. Satu setengah abad lamanya Tuhan telah berkarya lewat HKBP. Sebab jubileum ini juga momen untuk memulihkan martabat setiap orang menjadi umat Allah yang telah dibebaskan Allah sendiri. Kemudian juga sebagai wujud kepedulian warga jemaat HKBP untuk pencapaian tujuan tahun Yobel.

Lihatlah ke depan

Gereja HKBP secara fisik yang semula kita bangun dari gubuk-gubuk, biasa saja asal ada tempat berkumpul, lama-lama gedung minimalis-maximalis. Dampak atau manfaat positif dari Jubileum sebaiknya dihayati dengan memandang ke depan. Kita tidak bisa berkutat pada sejarah masa lalu, walaupun tidak mungkin meninggalkan, kita harus memandang ke depan. Inilah yang harus disadari. Bahwa kita hidup dalam negara yang menjunjung Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu.

Di usianya 150 tahun HKBP harus menjadi gereja yang dewasa, yaitu bertindak dan bersikapm sebagai jemaat yang sudah dewa dari sudut apapun. Kalau itu sudah ada HKBP bisa berkontribusi dalam setiap lini di masyarakat. Kehadiran HKBP harus memiliki kekuatan, memiliki posisi tawar. HKBP yang inklusif, dialogis dan terbuka, marilah HKBP melayani masyarakatnya dan jemaatnya di masa yang akan datang dan lebih bergiat. Kontribusi HKBP dalam pembangunan masyarakat Indonesia salah satunya dapat dilakukan dan lebih ditingkatkan dengan merubah perilaku jemaat HKBP dalam mengisi kehidupan bermasyarakat dan bergereja.

Akhirnya, Pesta Jubileum 150 HKBP menjadi suatu jalan untuk alat menyatakan pelayanannya dalam hal ini mampu memiliki tenaga untuk kebersamaan sehingga menjadi pembawa sukacita atau terang di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam memberi pengaruh positif terhadap pembentukan sikap dan pola bertindak umat HKBP dan masyarakat luas dalam menghadapi berbagai masalah yang dihadapi. Amin (Penulis: Pendeta HKBP Resort Kalimantan Timur, tinggal di Balikpapan)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s