Makna dan tujuan: KENAIKAN YESUS KE SURGA

Makna  dan  tujuan

KENAIKAN  YESUS  KE  SURGA

 Hari kenaikan Yesus ke surga. Sebelum Yesus terangkat ke surga, ada tugas dan janji yang disampaikanNya (Matius 28;19-20). Tugas atau amanat tersebut itu masih berlaku hingga kini sampai nanti Ia datang yang kedua kalinya . kita patut bersukur bahwa kita masih diberikan waktu dan kesempatan untuk melaksanakan amanat AgungNya. janjiNya pun masih berlaku bahwa Ia akan menyertai kita, bahkan Ia telah mengirimkan Roh KudusNya untuk  menjadi Penolong bagi kita. Mari kita menjadi saksi kasihNya bagi dunia  yang membutuhkan kasih Tuhan Yesus yang kekal itu. Fakta Yesus naik ke surga, itu dicatat oleh Yohanes, “Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pegi kepada Bapa.” (Yoh 16:28). Yang menguatkan kita harus selalu meneladani Yesus, walau kita sekarang masih hidup di dunia Tuhan bekerja dan meneguhkan FirmanNya.

Dengan demikian, makna peringatan yang sangat istimewa ini adalah setelah 40 hari menyatakan diri di tengah-tengah murid-muridNya, kemudian meninggalkan murid-muridNya dan naik ke surga dari Bukit Zaitun, lalu kemudian berjanji akan datang kembali untuk menjemput kita. Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa Ia betul-betul bangkit dari antara orang mati dan betul-betul hidup. Ketika kita merayakan hari kenaikanNya ke surga, hal yang penting diketahui bahwa ada satu manusia yang hidup di dalam surga, yaitu Yesus Kristus. Artinya “manusia di surga” itu telah menajdi suatu fakta yang riil, bukanlagi sekedar mimpi ataupun kemungkinan. Apa yang tadinya tidak masuk akal nagi manusia telah dijadikan masuk akal oleh Yesus. Dengan demikian kenaikan Yesus ke surga merupakan salah satu tonggak dasar iman percaya kita karena dengan kenaikan ke sorga, Kristus membuktikan Dia Allah penguasa surga. Dengan memahami makna dan tujuan di atas, maka kenaikan Kristus ke surga merupakan klimaks dari kehidupan Yeus Kristus di dunia. Peristiwa inkarnasiNya diakhiri dengan kenaikanNya ke surga. Tuhan Yesus terangkat ke surga setelah Ia menempakkan diri beberapa kali dan terakhir kepada pengikut-pengikutNya. kenaikanNya, menyediakan tempat bagi kita, sehingga setiap orang percaya yang sudah bertobat dan hidup seturut Firman Allah, pasti akan menerima keselamatan yang kekal di dalam surga. kenaikanNya dan susuk di sebelah kanan Allah tujuannya menjai Pembela kita. Sebagai pembela, Dia tidak akan meninggalkan kita bahkan Dia menyediakan yang terbaik bagi tiap-tiap kita. Itu sebabnya, Alkitab mencatat bahwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga ialah untuk menempati posisi yang teragung dan tertinggi, yaitu duduk di sebelah kanan Allah Bapa (Kis 2:33; Rom 8:34; Ef 1:20; Kol 3:1; Ibr 1:3, 13,8:1, 10:12, 12:12, 1 Ptr 3:22).

Kedudukan ini merupakan penghargaan yang diberikan Bapa kepada Kristus setelah Ia menjalani kehidupanNya sebagai manusia degan melaksanakan semua tugas pelayanan yang telah dipercayakan padaNya dalam suatu ketaatan yang mutlak kepada kehendak Bapa. Berada atau duduk di sebelah kanan Allah menunjukkan suatu posisi yang penuh dengan kekuasaan. “…kuasa dan kekayaan dan hikmat dan kekuatan dan hormat dan kemuliaan dan puji-pujian” (Why 5:12). Karena itu tidaklah heran jika Kristus dapat berkata bahwa kepadaNya telah diserahkan segala kuasa baik di surga maupun di bumi (Mat 28:18). Tampuk pemerintahan II-ahli ada dalam genggaman tangan Kristus. Jadi Tuhan telah naik ke surga dan duduk di atas arasiNya. Sambil menanti kedatanganNya yang kedua kalinya, Yesus memberi tugas yang amat mulia bagi  setiap umat  Kristen. Namun sebelum Ia menugaskan kita, Yesus lebih dahulu memberi berkatNya hingga kesudahan alam ini. Berkat itu tidak diberikan untuk saat ini saja, tetapi mengandung nubuat berkat yang berlanjut.

Hal menarik untuk menjadi renungan kita dalam memperingati kenaikanNya, semakin disadari pentingnya memiliki kerendahan hati yang selalu Yesus ajarkan kepada pengikutNya. Sikap merendahkan diri. Kristus ini terwujud secara sempurna melalui tindakan ketaatanNya terhadap kehendak Allah Bapa. Jalan perendahan dirilah yang secara aktif dipilih oleh Kristus. Gambaran sebagai hamba yang menderita adalah figur yang melekat pada Anak Manusia. Kerendahan hati itu tampak ketika Yesus melalui jalan kehidupan salib justru hasilnya telah membawaNya pada kemuliaan. Kerendahan hati itu jugalah mmebuktikan bahwa Yesus adalah teladan kita. Marilah menempuh jalan perendahan kita, agar pada waktunya Allahlah yang akan menghargai dan meninggikan kita. Dengan demikian, maka Ia yang telah naik ke sorga adalah yang teap hadir bersama kita dalam kemuliaan yang kita lihat dengan mata iman. “duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Maha Kuasa” merupakan gaya bahasa yang menggambarkan Kristus yang telah diangkat dalam kemuliaan oleh Bapa yang melalui tanganNya Bapa menyerahkan pemerintahan sebagai Tuhan atas segala yang ada di surga dan di bumi sampai pada waktunya Ia akan turun ke bumi pada hari penghakiman (Ef 1:20-21; Flp 2:9; 1 Kor 15:27).

Akhirnya apa yang kita dapatkan dengan kenaikan Yesus tersebut? Berkat yang kita peroleh melalui kenaikan Kristus: pertama naiknya Kristus ke surga membuka jalan menuju kerajaan surga yang sebelumnya tertutup karena dosa Adam (Yoh 14:3). Karena Kristus telah naik ke surga, kita tidak lagi menantikan surga sebagai  harapan kosong, tetapi dengan kepastian yang penuh keyakinan karena kepala kita telah berada di sana. Kedua, Kristus yang berada di surga dan dihadapan Bapa adalah Pembela dan Jurusyafaat kita yang setia (Ibr 7:25; 9:11-12; Rom 8:34). Ketiga, dengan iman kita melihat kuasa Kristus yang bekerja  di antara kita yang percaya kepadaNya, memberikan kepada kita Roh yang menghidupkan, melimpahi gerejaNya. Amin