MENJADI GEREJA YANG MISIONER

MENJADI GEREJA YANG MISIONER

Oleh: Pdt Midian KH Sirait,MTh

 Gereja yang missioner diartikan gereja yang melayani dan ikut peka dalam permasalahan sosial umat atau bangsa menciptakan suasana damai, rukun, sejahtera. Gereja sebagai lembaga juga terpanggil untuk menghadirkan perubahan kondisi hidup sosial yang kini terkena wabah kemiskinan. Gereja yang missioner adalah aktif dalam menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah senantiasa aktif meningkatnya kemitraan dengan gereja-gereja atau lembaga-lembaga misi lainnya. Hal tsb sesuai dengan kesaksian Alkitab, Allah Bapa di dalam Yesus Kristus yang merencanakan dan melaksanakan misi Allah untuk menyelamatkan manusia, dunia, dan segenap isinya. Gereja menjadi penyelenggara misi Allah (missio Dei) berdasarkan panggilan dan pengutusan oleh Allah. Gereja dipanggil dan diutus untuk mewujudkan tanda-tanda kehadiran Kerajaan Allah di dalam dunia ini. Untuk mewujudkan misi  tersebut, gereja mempunyai tugas pokok, yakni: meneguhkan iman warga, menyemangati warga untuk tetap dapat menyaksikan imannya, memperlengkapi warga dan pelayan semakin mampu ambil bagian dalam Pekabaran Injil, memperlengkapi kebutuhan akan pelayanan rohani dan meningkatkan pengembangan gereja, sampai kepada seluruh ciptaan (Mrk. 10:45).

Misi Gereja: memberitakan kabar baik

Dengan tugas itu maka gereja dan warganya dipanggil untuk memberitakan Kabar Baik dari Allah untuk semua orang, agar percaya dan diselamatkan (Mat.28:19-20; Luk.24:47-48). memberitakan Injil untuk membimbing dan mendewasakan gereja dan warganya agar diperlengkapi untuk setiap perbuatan yang baik (2 Tim.3:15-17) sehingga mampu menjadi “saksi Injil” di tengah-tengah lingkungan dan pekerjaan masing-masing. Warga gereja harus dapat menghayati iman, etik dan perilaku kristen sesuai Firman Tuhan, dalam hidup sehari-hari. Tak ayal lagi, menjadi gereja yang missioner adalah perintah Tuhan Yesus. Perintah ini lebih populer Amanat Agung Tuhan Yesus (Mat 28:19-20). Kata yang penting dari amanat tsb ialah “pergilah”, babtiskan, dan ajarlah. Ketiga kata tsb justru tampak ketika Yesus dalam pelayanannya,  bahwa Ia tidak hanya memberitakan Injil (kabar baik/euanggelion) kepada seluruh umat manusia tetapi juga memperhatikan masalah sosial. Dalam melaksanakan misinya, Yesus rela melewati sengsara yang dideritaNya. Hal itu konsekuensi dari kesetian-Nya kepada BapaNya dan kepada manusia. Kendatipun ditolak manusia, Bapa tetap menghendaki agar kerajaanNya dibangun sekarang di dunia ini. Yesus mati karena dosa dunia. Berkat korban Kristus, kerajaan Allah menang dan tetap berjaya. Sedangkan di sisi yang lain sengsara Kristus merupakan jalan keadilan yang terpusat pada pembebasan manusia dan dunia ini.

Misi gereja peka terhadap permasalahan social masyarakat

Dari action Yesus tsb, maka gereja yang missioner diartikan gereja yang melayani dan ikut peka dalam permasalahan social umat atau bangsa. Sehingga keberadaan Gereja tidak dapat dilepaskan dan karya Allah dalam Yesus Kristus. Allah yang mengutus umatNya (Gereja) adalah Allah yang menyatakan tanda-tanda keselamatan dan perdamaian demi kasihNya bagi manusia dan dunia ini. Kehadiran Gereja di dunia bukanlah suatu kebetulan, tetapi rencana Allah, agar melalui Gereja (persekutuan umat), Tuhan yang mengasihi dunia dinampakkan/dinyatakan kemuliaanNya (Yohanes.17:21 – 23). Gereja bersama yang lain, berpartisipasi, peduli dan mampu bertindak untuk kepentingan masyarakat disekitarnya tanpa membedakan suku, agama, dan ras. Dalam kaitan dengan tugas ini, gereja terpanggil untuk menyatakan: tugas bersaksi dan memberitakan injil /kabar kesukaan dan Damai Sejahtera adalah tugas gereja sebagai bagian dari gereja yang Kudus, Am dan Rasuli ditengah dan didalam konteks masyarakat pluralistik (majemuk).

Misi gereja memberdayakan warga

Gereja yang misioner akan tercipta melalui peran aktif setiap anggota gereja, memotivasi jemaat untuk terlibat secara aktif dalam pekerjaan Tuhan yang besar di dunia ini melalui misi menampilkan kekokohan dan kebanggaan iman dalam hidup dan karya bersama di tengah masyarakat. Pemberdayaan yang dimaksudkan adalah dengan memberi kepercayaan kepada warga, menhembangkan prakarsa, meningkatkan keahlian (kompetensi), menggerakkan potensi, dan mengorganisasikan sumberdaya yang ada, pemberdayaan dan transformasi warga jemaat ditandai dengan, peningkatan peran serta dan ruang gerak warga jemaat dalam berbagai pelayanan, identifikasi dan pengembangan talenta dan potensi warga dan pelayan. Secara profetis, proaktif, sehat dan produktif mengembangkan terus hubungan dengan semua pihak sampai pada tingkat basis dan menyambut secara aktif usaha dari pihak lain untuk menjalin hubungan yang baik. Itu sebabnya tugas kesaksian (marturia) tidak hanya ditujukan kepada manusia melainkan untuk semua ciptaan (Mark.16:15), yaitu menyangkut hubungan dengan sesama manusia dan lingkungan hidup.  

Bagaimana dengan HKBP?

HKBP, dalam menetapkan visi dan misinya, amat jelas tugas missionernya.Yaitu melakukan segala daya, upaya dan teologi untuk merumuskan peran gereja HKBP yang inklusif, dialogis dan transparan serta bermutu ditengah dunia, local, regional, nasional dan internasional dan ditengah kehidupan manusia yang semakin menjungjung tinggi nilai-nilai dan pemerintahan yang demokratis dan penegakan keadilan. Gereja HKBP dapat merespon berbagai masalah kehidupan kita bergereja, bermasyarakat dan berbangsa. Sehingga gereja kita menjadi gereja yang aktip mensejahterakan, mengusahakan keadilan dan sukacita ditengah masyarakat, bangsa dan Negara.Untuk merespon fungsi gereja sebagai gereja yang missioner itu, maka pertanyaan kita sekarang ini adalah sejauhmana HKBP berkiprah, kita berada dimana, apakah gereja kita turut terlibat melakukan respon dan solusi pembaharuan yang demokratis, transformatif, mandiri dan inklusif?   Merespon berarti kita tidak cukup sekedar bertindak secara reaktip. Lebih dari itu kita perlu berperan aktip dalam melakukan perubahan supaya perubahan tersebut diwarnai dan digarami dari visi, missi dan keunikan pelayanan gereja HKBP, juga sesuai dengan keyakinan/ confessi dan strategi pelayanan kita ke depan. HKBP masa depan harus kembali menemukan integritas pelayanannya sebagai saksi Kristus yang berdaya dan bermutu, menerjemahkan kabar baik dalam realitas dan tantangan zaman.   Hal ini juga menjadi sangat urgen, karena HKBP yang telah merayakan Jubileum 150 tahun, yang sarat dengan tuntutan ” pembebasan ” manusia dan alam dari berbagai belenggu, dari lilitan hutang, dari kerusakan alam, pembebasan orang miskin, orang buta dan kaum tertindas serta memberitakan tahun rahmat Tuhan sudah tiba. Sebagaimana Yesus, banyak orang yang menderita, bahkan dibunuh karena mempertahankan hak-hak orang kecil dan keadilan bagi orang miskin. Kebangkitan Yesus yang tersalib membuktikan perjuangan meujudkan keadilan tidak percuma. Maknanya adalah mereka mengambil bagian dalam kepenuhan hidup dan kemenangan mutlak dari keadilan. Disinilah tugas misi gereja HKBP harus lebih nnyata setelah dilaksanakan Yubileum 150 Tahun.

Misi gereja kamulah bangsa yang terpilih

Akhirnya,  menjadi gereja yang missioner berarti mengasihi Allah, sesama manusia, dan lingkungannya, dengan menjadi murid, saksi, dan hamba Allah untuk memberitakan Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat. Misi mengutamakan keakraban, keterbukaan, kepedulian, dan menjangkau keluar. Mendorong  anggota jemaat untuk menerapkan nilai-nilai Kristiani dalam melaksanakan  tugas, pekerjaan, dan pelayanannya serta dalam hidup bermasyarakat. Gereja harus aktip untuk memberdayakan orang miskin, yang menderita dan tertindas, karena pengutusan Kristus kita ke dunia ini. Gereja yang bermaturia semangat dan roh penginjilan seluruh warga gereja dibangkitkan kembali, dengan satu harapan bahwa semua warga atau semua jemaat bisa ikut bersama memberikan perannya masing-masing sesuai dengan karunia-karunia yang diterimanya.

Firman Tuhan berkata, “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”, dengan nas ini kita dipanggil untuk menyatakan perbuatan Tuhan yang memberikan keselamatan bagi dunia ini. (1 Petrus  2:9). Amin. (Penulis Pendeta HKBP Resort KalTim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s