Renungan Natal: Bangkitlah dan Menjadi Terang

Bangkitlah dan Menjadi Terang

Oleh: Pdt Midian KH Sirait, MTh

 Kondisi gelap memang tidak disukai. Meski kenyataan gelap sudah tidak dapat dibantah. Kondisi dunia yang semakin gelap karena berbagai kemelut, mulai dari bencana alam beruntun, pertikaian antar strata dan kelompok masyarakat, persoalan rumah tangga sampai pada kerumitan hidup setiap individu. Berbagai krisis di negri ini silih berganti. Seolah-olah masalah kekerasan tidak menjadi barang yang patut dihindari. Kondisi segelap apa pun, semuanya akan berahkir pada TUHAN, karena Yesus dating ke tengah dunia ini adalah sebagai  Penyelamat yang sempurna, yang akan membawa pembaruan dan harapan di tengah kondisi tidak berpengharapan (Roma 5:1-11).

Kenyataan gelap juga pernah dialami bangsa Israel pada zamannya Yesaya tampil sebagai Nabi. Umat di sana sedang berada dalam kondisi sangat terjepit oleh tekanan musuh-musuh mereka.  Ditengah-tengah kegelapan seperti itu, Yesaya tampil memberi jawab atas semua kenyataan yang gelap. Bangsa Yehuda yang mengalapami keterjepitan dan tekanan oleh musuh-musuh. Kondisi gelap bisa dilihat dari berbagai perangai manusia, semisal  persaingan antar bangsa, dimana satu bangsa akan berupaya mengungguli yang lainnya, dalam hal ini ada upaya untuk menaklukkan bangsa-bangsa lainnya.Selanjutnya  umat Allah ternyata meninggalkan TUHAN-Nya.

Apapun yang disebut gelap itu, menurut judul di atas ini masih ada harapan bagi mereka yang menaruh hati kepada Firman Tuhan yang berkata: “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar.” (Yes. 9:1a). Dan Yohanes menegaskan, Terang yang sesunguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia”  (Yoh 1:9). Tuhan menetapkan untuk hidup kita menjadi terang karena saat hidup kita menjadi terang maka dunia yang berada di tengah kegelapan akan datang pada terang. Terang senantiasa dibutuhkan, tidak ada seorangpun yang suka untuk hidup dalam kegelapan.

Terang itu disediakan bagi manusia

Kebenaran Firman di atas ini  memberikan cercahan harapan bahwa dalam kemelut sehebat apa pun, TUHAN akan menerangi kehidupan umat-Nya, dan menjadikan mereka teguh serta dapat berperan sebagai alat penerang-Nya bagi dunia yang tidak berpengharapan. Tak ayal lagi Yesaya menyerukan kepada bangsa yang sedang berjalan di dalam kegelapan itu diajak untuk segera bangkit untuk menjadi terang.

Terang di dalam pemahaman Alkitab konotasinya ialah sukacita. Allah dalam kasih karunia-Nya memberikan sukacita bagi mereka yang tinggal di dalam kegelapan. Alkitab memahami kegelapan adalah satu keberadaan perhambaan dan penderitaan karena perhambaan tersebut. Kegelapan manusia ialah perhambaan dosa atas eksistensi manusia. Kasih karunia Allah membuat Ia memberikan terang kepada semua orang yang berada dalam kegelapan.

Tatkala terang dinyalakan, maka dengan seketika seluruh kegelapan akan jadi sirna. Itulah karya Yesus Kristus Sang Mesias yang sudah datang dan masih akan datang kelak untuk menjemput kita, supaya kita sungguh sungguh menikmati dengan kapasitas penuh sukacita yang disediakan-Nya bagi kita. Terang itu disediakan bagi semua orang. Hal itu sangat jelas dikatakan oleh nas kita pada pagi hari ini. Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar. Bukan hanya terang yang berkedip, melainkan terang yang besar. Sehingga semua orang yang punya mata akan dapat melihat terang tersebut.

Dalam terang Natal tahun 2011 ini, Mesias yang dijanjikan Allah dalam Kitab Perjanjian Lama, sekarang dibuktikan kehadiran Kristus dalam Perjanjian Baru, bahwa Terang itu adalah Yesus Kristus. Itulah kebenaran Firman Tuhan, bahwa manusia tidak boleh merasa kecil hati menghadapi persoalan-persoalan dunia yang kita sebut sedang dalam perjalanan menuju kegelapan.

Mesias itu mengajak Umat Allah agar mendatangi terang ajaib itu, yaitu Yesus penasihat ajaib, Allah yang perkasa dan mengokohkan keadilanNya yang tidak saja berlangsung untuk besok, tetapi juga hari ini. Hari ini kita membuka hati dan hati rohani kita menerima Terang Ajaib itu, maka tidak satupun umat di dunia ini yang tidak sanggup melakukan kebenaran Allah.

Membaharui keadaan dunia

Tugas kita dalam menerima dan merayakan Natal tahun ini, atas terbitnya Terang itu, panggilan Natal adalah pembaruan. Membaharui keadaan dunia sekitar dari ketidak pastian menjadi pasti. Bangsa yang benar dan memiliki Terang ajaib itu akan dimampukan menjadi garam dan terang dunia. TUHAN telah menetapkan kita menjadi umat-Nya, yang di dalamnya ada status sebagai hamba-Nya, yaitu status Umat Perjanjian untuk menikmati segala janji berkat Allah yang telah dijanjikan kepada umat-Nya.

Natal berarti, mengharuskan adanya sikap mengambil tanggung jawab untuk membangun diri dan sesama. Dalam hubungan ini, mereka yang telah mengalami pembebasan oleh Yesus itu memiliki kuasa serta tanggung jawab yang terkait di dalam panggilannya untuk mempersatukan dan meneguhkan kehidupan umat-Nya.

Natal menegaskan bahwa setiap orang Kristen harus membenahi dan mematutkan keyakinan dan sikapnya bahwa di dalam Kristus, mereka adalah manusia baru (II Korintus 5:17). Selain itu Natal juga diartikan bahwa mereka yang telah dibebaskan TUHAN Allah menjadi milik-Nya terikat kepada peran untuk membangun sesama, sehingga kehidupan umat TUHAN menjadi teguh menghadapi kenyataan hidup yang sulit sekali pun (Gal 6:1-10).  Dengan status sebagai umat Allah, melekat peran untuk menikmati dan menjadi alat shalom secara internal, untuk membangun diri menjadi umat yang diberkati di dalam TUHAN.

Berjalanlah kepada tujuan yang pasti

Keselamatan dari pada TUHAN Allah ini adalah jaminan bahwa terang akan menerangi kegelapan, sehingga kondisi yang semenggenas apa pun akan sirna dengan hadirnya terang TUHAN  yang dinyatakan oleh hidup dan peran serta Umat-Nya.

Kini Perjanjian yang baru itu hadir menerangi dunia yang sudah sejak lama dikitari oleh kegelapan, termasuk alam dan pikiran umat manusia kala itu. Dengan itu, maka Natal menegaskan adanya tindakan TUHAN Allah yang meneguhkan kehidupan Umat-Nya, sehingga mereka mejadi alat penerang, menyinari kegelapan. Umat Allah yang telah dijadikan-Nya menjadi terang harus berperan aktif menjadi penerang bagi bangsa-bangsa, guna memenuhi maksud-Nya yang kekal.

Ketika teknologi mulai dari industrialisasi dan teknologi canggih membuat manusia kehilangan arah tujuan hidupnya. Untuk menjawab itulah, maka kepastian  lewat Firman Tuhan yang telah menjadi daging dan diam diantara kita umat manusia, tujuan hidup manusia sudah jelas dan pasti (Yoh 1:14). Ini sejalan dengan pemberitaan Alkitab tentang peran orang majus yang senantiasa mencari Yesus. Oleh bintang dan memahami pesan bintang tersebut. Bintang itu berhenti di tempat di mana Anak itu berada.

Kini, realitas dari pengharapan akan janji Allah itu sudah menjadi kenyataan. Sejak Yesus dilahirkan 2000 tahun lalu lamanya telah membawa umat keluar dari kegelapan dan kesengsaraannya sudah  menjadi jelas dan pasti, yaitu Yesus adalah Juruselamat umat manusia.

Allah menjadi manusia dalam Yesus Kristus, merupakan suatu peristiwa yang tak dapat dipahami, sehingga tampak seolah-olah peredaran alam semesta terhenti sejenak. Allah yang tak terpahami masuk ke dalam realitas kita, dapat dilihat dan dialami, melalui Anak dalam palungan.

Semoga kita semua yang  berjalan di dalam kegelapan itu bertobat dan mengarahkan hidupnya ke jalan yang pasti lewat Firman Tuhan yang berlaku kini, sekarang dan masa yang akan dating. Itulah kepastian keselamatan yang Yesusberikan setiap umat yang tinggal di dalam dunia.

Natal memastikan bahwa umat TUHAN telah diteguhkan-Nya, sehingga mereka dapat menjadi alat penerang, guna memberkati bangsa-bangsa. Natal meneguhkan bahwa umat TUHAN adalah alat penerang yang dipakai-Nya, sehingga shalom-Nya dapat dinikmati oleh bangsa-bangsa. Amin. (Penulis Pendeta HKBP Resort Kalimantan Timur, Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s