Menyambut Jubileum 150 Tahun HKBP

Menyambut Jubileum 150 Tahun HKBP

HKBP BALIKPAPAN GELAR DOA SYUKURAN (BONA TAON) DAN TORTOR

 Balikpapan (SIB), Menyambut Jubileum 150 Tahun HKBP yang jatuh pada 7 Oktober 2011, Gereja HKBP Ressort Kalimantan Timur, Balikpapan menyelenggarakan acara doa syukur awal tahun 2011 (23/1) yang dihadiri seribuan jemaat HKBP Se Balikpapan dan para undangan dari gereja tetangga, Wawali Balikpapan, H.Rizal Effendi,SE, tokoh masyarakat dan Pendeta yang tergabung  dengan PGI. Acara tsb digelar selama dua hari yang dilaksanakan di Gereja HKBP Gunung Malang Jl. Mayjen Sutoyo 63 Balikpapan.

 Perayaan diawali dengan Ibadah Minggu yang dipimpin oleh Pdt Midian KH Sirait, MTh (Pendeta HKBP Resort KalTim), Liturgis dibawakan oleh Pdt J Silaen,STh dan Pdt M Pakpahan,STh, Warta Jemaat St A Silaban, kemudian dilanjutkan dengan penggalangan dana secara adat Batak (tortor bersama) dari marga-marga di Balikpapan dan Jemaat dari Sektor-sektor se Balikpapan, tortor Anak Sekolah Minggu. Dalam ibadah sebagai tanda doa syukur juga dimulainya berdiri Koor Ama Naposo (MANNA) HKBP Balikpapan.

Dalam khotbahnya, menurut Pdt. Midian KH Sirait, MTh, yang pertama HKBP harus menjadi berkat bagi umat, warga masyarakat dan negara, karena tahun yobel adalah tahun sukacita bagi semua orang. HKBP baik umat dan para pelayannya pada tahun ini berkewajiban melakonkan jiwa dan aksi pendamaian karena itulah yang dihendaki oleh Tuhan Allah dalam perayaan tahun Yobel.

Yang kedua, selama kita mencari Yesus di sana ada persembahan, yaitu hati pikiran dan seluruh jiwa raga, sebagaimana diperankan oleh para orang Majus Perjalanan Iman Orang Majus. Mereka gigih mencari Dia (Matius 2:1-12). Seberapa besar kerinduan kita untuk mengenal Dia, mengembangkan hubungan personal dengan Dia, mencari dahulu Kerjaan Allah dan kebenaran-Nya?, tanya Pdt Sirait.

Berkaitan dengan doa syukur, karena “Karena namanya syukuran Bona Taon (awal tahun, Red.), maka panitia mengemas acara hiburan dengan Tortor (tarian suku Batak) yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti pelaksanaan pembangunan atau pengembangan Gedung Nommensen dikomplek  Gereja HKBP Gunung Malang, oleh Bapak Wawali Kota Balikpapan” terangnya. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Panitia Pdt. Midian KH. Sirait, MTh yang melayani di HKBP Gunung Malang Balikpapan, didampingi oleh Ketua- ketua bidang T. Pasaribu, E. Siallagan, H. Siburian juga Sekretaris Panitia Drs. Paris Siahaan, E Nababan (Bendahara Panitia).

Selain itu,  “HKBP merasa berkewajiban untuk menciptakan rasa aman agar kerukunan dapat diwujudkan secara nyata. Perayaan Jubileum adalah kesempatan bagi kami dan gereja- gereja lainnya serta masyarakat setempat untuk saling berinteraksi, memperkuat silahturahmi sebagai sesama warga bangsa” tutur Pdt. Midian KH. Sirait, MTh, Minggu (23/1).

Perayaan 150 tahun Jubileum HKBP, lanjut Sirait, bertujuan membangun keimanan umat agar kualitasnya dapat ditingkatkan mampu bersaing secara sehat dan mampu menghargai perbedaan- perbedaan atau kelebihan dari lain tanpa harus mengorbankan orang lain demi tujuan pribadi. Hasil dana pesta syukuran tsb akan mendanai pembangunan Gedung Nommensen. Gedung Nommensen merupakan gedung serbaguna yang dimiliki Gereja HKBP dan kini masih dalam proses pembangunan. Selain itu untuk mendanai kegiatan Jubileum selama tahun 2011.

Turut hadir Wakil Walikota (Incumbent) Balikpapan, H. Rizal Effendi,SE  dan menandatangani prasasti pelaksanaan pembangunan pengembangan gedung Nommensen. Dalam kata sambutannya Rizal mengungkapkan, Balikpapan merupakan satu- satunya kota yang mendapat penghargaan Amal Bakti Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. Wawali mengharapkan agar seluruh warga HKBP juga ikut serta menjaga kerukunan di kota Balikpapan.

Menyambut Jubileum 150 Tahun HKBP

HKBP BALIKPAPAN GELAR DOA SYUKURAN DAN TORTOR

Balikpapan (Horas), Menyambut Jubileum 150 Tahun HKBP yang jatuh pada 7 Oktober 2011, Gereja HKBP Ressort Kalimantan Timur, Balikpapan menyelenggarakan acara doa syukur awal tahun 2011 (23/1) yang dihadiri seribuan jemaat HKBP dan para undangan dari gereja tetangga, Wawali Balikpapan, H.Rizal Effendi,SE, tokoh masyarakat dan Pendeta yang tergabung  dengan PGI. Acara tsb digelar selama dua hari yang dilaksanakan di Gereja HKBP Gunung Malang Jl. Mayjen Sutoyo 63 Balikpapan.

Perayaan diawali dengan Ibadah Minggu yang dipimpin oleh Pdt Midian KH Sirait, MTh (Pendeta HKBP Resort KalTim), Liturgis dibawakan oleh Pdt J Silaen,STh dan Pdt M Pakpapah,STh, kemudian dilanjutkan dengan penggalangan dana secara adat Batak (tortor bersama) dari marga-marga di Balikpapan dan Jemaat dari Sektor-sektor se Balikpapan.

Dalam khotbahnya, menurut Pendeta HKBP Resort Kalimantan Timur, Pdt. Midian KH Sirait, MTh, yang pertama HKBP harus menjadi berkat bagi umat, warga masyarakat dan negara, karena tahun yobel adalah tahun sukacita bagi semua orang. HKBP baik umat dan para pelayannya pada tahun ini berkewajiban melakonkan jiwa dan aksi pendamaian karena itulah yang dihendaki oleh Tuhan Allah dalam perayaan tahun Yobel.

Yang kedua, selama kita mencari Yesus di sana ada persembahan, yaitu hati pikiran dan seluruh jiwa raga, sebagaimana diperankan oleh para orang Majus Perjalanan Iman Orang Majus. Mereka gigih mencari Dia (Matius 2:1-12). Seberapa besar kerinduan kita untuk mengenal Dia, mengembangkan hubungan personal dengan Dia, mencari dahulu Kerjaan Allah dan kebenaran-Nya?, tanya Pdt Sirait.

Berkaitan dengan doa syukur, karena “Karena namanya syukuran Bona Taon (awal tahun, Red.), maka panitia mengemas acara hiburan dengan Tortor (tarian suku Batak) yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti pelaksanaan pembangunan atau pengembangan Gedung Nommensen dikomplek  Gereja HKBP Gunung Malang.” terangnya. Hal itu disampaikan oleh Ketua Panitia Pdt. Midian KH. Sirait, MTh yang melayani di HKBP Gunung Malang Balikpapan, didampingi oleh ketua- ketua bidang T. Pasaribu, E. Siallagan, H. Siburian juga Sekretaris Panitia Drs. Paris Siahaan, E Nababan (Bendahara Panitia).

Selain itu,  “HKBP merasa berkewajiban untuk menciptakan rasa aman agar kerukunan dapat diwujudkan secara nyata. Perayaan Jubileum adalah kesempatan bagi kami dan gereja- gereja lainnya serta masyarakat setempat untuk saling berinteraksi, memperkuat silahturahmi sebagai sesama warga bangsa” tutur Pdt. Midian KH. Sirait, MTh, Minggu (23/1).

Perayaan 150 tahun Jubileum HKBP, lanjut Sirait, bertujuan membangun keimanan umat agar kualitasnya dapat ditingkatkan mampu bersaing secara sehat dan mampu menghargai perbedaan- perbedaan atau kelebihan dari lain tanpa harus mengorbankan orang lain demi tujuan pribadi.

Hasil dana pesta syukuran tsb akan mendanai pembangunan Gedung Nommensen. Gedung Nommensen merupakan gedung serbaguna yang dimiliki Gereja HKBP dan kini masih dalam proses pembangunan. Selain itu untuk mendanai kegiatan Jubileum selama tahun 2011.

Turut hadir Wakil Walikota (Incumbent) Balikpapan, H. Rizal Effendi,SE  dan menandatangani prasasti pelaksanaan pembangunan pengembangan gedung Nommensen. Dalam kata sambutannya Rizal mengungkapkan, Balikpapan merupakan satu- satunya kota yang mendapat penghargaan Amal Bakti Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. Wawali mengharapkan agar seluruh warga HKBP juga ikut serta menjaga kerukunan di kota Balikpapan.

GEDUNG NOMMENSEN MULAI DIBANGUN

HKBP Balikpapan Doa Syukur Jubileum 150 Tahun

BALIKPAPAN, TRIBUN – Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) menyelenggarakan doa syukur awal tahun 2011. Ini berkaitan dengan Jubileum 150 Tahun HKBP. Jubileum 150 Tahun HKBP jatuh pada 27 Oktober 2011, dan ini merupakan perayaan yang diawali doa syukur yang dilaksanakan di Gereja HKBP Gunung Malang Jl. Mayjen Sutoyo 63 Balikpapan. Perayaan diawali dengan Ibadah Minggu dilanjutkan dengan penggalangan dana secara adat Batak untuk pembangunan Gedung Nommensen. Gedung Nommensen merupakan gedung serbaguna yang dimiliki Gereja HKBP dan kini masih dalam proses pembangunan. “HKBP merasa berkewajiban untuk menciptakan rasa aman agar kerukunan dapat diwujudkan secara nyata. Perayaan Jubileum adalah kesempatan bagi kami dan gereja- gereja lainnya serta masyarakat setempat untuk saling berinteraksi, memperkuat silahturahmi sebagai sesama warga bangsa” tutur Pdt. Midian KH. Sirait, MTh, Minggu (23/1).

Perayaan 150 tahun Jubileum HKBP, lanjut Sirait, bertujuan membangun keimanan umat agar kualitasnya dapat ditingkatkan mampu bersaing secara sehat dan mampu menhargai perbedaan- perbedaan atau kelebihan dari lain tanpa harus mengorbankan orang lain demi tujuan pribadi. Turut hadir Wakil Walikota ( Incumbent ) Balikpapan, Rizal Effendi, dan menandatangani prasasti pelaksanaan pembangunan pengembangan gedung Nommensen. Dalam kata sambutannya Rizal mengungkapkan, Balikpapan merupakan satu- satunya kota yang mendapat penghargaan Amal Bakti Kerukunan Umat Beragama di Indonesia.(m33)

HKBP Balikpapan  Resort KalTim Gelar Doa Syukur dan Tortor

Balikpapan, Untuk mengucapkan syukur atas anugerah Tuhan kepada seluruh jemaat HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) tahun 2011, Gereja HKBP Ressort KalTim Balikpapan akan menggelar acara selama dua hari, dalam bentuk doa syukur dan ibadah bersama yang dirangkaikan dengan perayaan Jubeleum 150 tahun HKBP (1861-2011). Hal itu disampaikan oleh Ketua Panitia Pdt. Midian KH. Sirait, MTh yang melayani di HKBP Gunung Malang Balikpapan, didampingi oleh ketua- ketua bidang T. Pasaribu, E. Siallagan, H. Siburian juga Sekretaris Panitia Drs. Paris Siahaan di tengah persiapan pelaksanaan acara nanti.

Menurut Pdt. Sirait, acara ini akan dilaksanakan selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu 22 – 23 Januari 2011. “ Karena namanya syukuran Bona Taon (awal tahun, Red.), maka panitia mengemas acara hiburan dengan Tortor (tarian suku Batak) yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti pelaksanaan pembangunan atau pengembangan Gedung Nommensen dikomplek Gereja HKBP Gunung Malang.” terangnya. Dijelaskan lebih lanjut, bentuk acara pada hari pertama adalah pembukaan yang dimulai pukul 16.00 Wita, dilanjutkan dengan tortor marga- marga Batak yang ada di kota Balikpapan, makan bersama, kemudian dilanjutkan dari tortor paduan suara HKBP.

Sedangkan di hari kedua. Minggu (23/1), acara akan dimulai sejak pukul 08.30 – 11.00 Wita, dengan acara Ibadah Minggu, dilanjutkan dengan pesta Tortor dari Parhalado. Acara ini dihadiri dari undangan pemerintah dan gereja tetangga. “Untuk acara penandatanganan prasasti pembangunan gedung Nommensen diagendakan pukul 12.00 Wita, dilanjutkan makan bersama dan diakhiri dengan tortor dari sektor juga sekolah minggu.” Ungkap Pdt. Sirait.

Untuk itu Panitia mengharapkan kehadiran dari para undangan agar dapat meringankan langkah untuk mengikuti acara doa/ ibadah syukur tersebut, sehingga mendapat sukacita dan menjadi berkat bagi semua yang hadir. “Pemberitaan ini merupakan undangan resmi bagi Saudara yang sampai saat ini belum menerima undangan,” tutur Pdt. Midian KH. Sirait, MTh yang pernah bertugas melayani di HKBP Jerman itu.(MKHS)

Pdt Midian KH Sirait, MTh, Pendeta HKBP Resort Kalimantan Timur Serahkan Paket Sembako Natal kepada RT 38 Balikpapan

Balikpapan, Dalam rangka menyambut Hari Natal, HKBP Balikpapan melalui Seksi Sosial gereja  melaksanakan bakti sosial dan menyerahkan memberikan bingkisan sembako kepada RT 38 Balikpapan diserahkan oleh Pimpinan Jemaat HKBP Balikpapan, Pdt Midian KH Sirait, MTh kepada Ketua RT dan Anggota sebanyak 38 KK, Kamis/23/2010. Ketua RT 38 Bapak Sumadi sangat senang dan bangga menerima bantuan yang setiap tahunnya diberikan oleh gereja. Adapun tujuan kegiatan ini, menurut Pdt Midian KH Sirait, MTh adalah sebagai wujud kepedulian kepada sesama yang membutuhkan. Kata Pdt Midian dalam penyerahan sembako Natal tsb, paket sembako yang diberikan adalah sebagai  pengikat tali kasih, untuk  itu jangan dilihat dari nilainya namun rasa keikhlasan dalam berbagi sehingga nantinya dapat bermanfaat untuk keluarga di rumah. Terkait dengan kekeluargaan, kebersama­an dan kepedulian sosial demi terwujudnya kesejah­teraan bagi keluarga RT 38, mengakhiri sambutannya. Hadir pada acara tersebut selain Pdt Midian KH Sirait, MTh selaku Pimpinan Jemaat HKBP Balikpapan, juga hadir Pdt J Silaen, STh, Ketua Dewan Diakonia St O Oppusunggu, Ketua Dewan Koinonia St TH Simangunsong.

Iklan

Perayaan Jubileum 150 Tahun HKBP

Perayaan Jubileum 150 Tahun HKBP

Oleh: Pdt Midian KH Sirait, MTh

Jumat, 7 Oktober 2011 hari kelahiran HKBP, Selamat kepada HKBP (Huria Kristen Batak Protestan)! Viva HKBP, dan Horas HKBP. Selamatlah HKBP, berhasillah misionar ke tanah Batak memberitakan Injil keselamatan tsb. Jayalah HKBP, tetaplah  berfungsi sebagai “garam” dan “terang dunia” bagi lingkungannya. Meski semua aras ikut merayakan, namun kegiatan tsb harus mengacu kepada pengakuan Injil Yohannes, “Aku semakin kecil, Tuhan Yesus akan semakin besar (bd Yoh 3:30).

Bukti semua itu semua Jemaat antusias melakukan kegiatan di masing-masing wilayah dan Resort serta Huria. Tak heran keberhasilan dari perayaan dan dan ibadah Jubileum digelar di masing-masing huria. Ada yang dilakukan di gereja, di lapangan terbuka, ada yang di gedong, semua membuktikan bahwa Jubileum 150 Tahun HKBP (7/10-1861-2011) tsb cukup dibanggakan oleh jemaat dan pelayannya. Dana yang diharapkan terkumpul yang akan digunakan kepada kegiatan-kegiatan seperti disebutkan di atas. Bahkan rencana mengundang Presiden RI dan Gubernur, serta Walikota dan Bupati, meski di Pangururan harus mengalami musibah dengan terbakarnya gereja seperti diberitakan saudara-saudara kita dari berbagai kalangan, bencana dan musibah, bahkan kapal motor yang terbakar dan baru-baru ini jatuhnya pesawat di daerah Langkat. Untuk itu tabahlah dan berimanlah agar makna Jubileum juga maknai agar solidaritas kepada sesama menjadi bagian dari Jubileum tsb, membebaskan saudara-saudara kita dari beban dan penderitaan.

Gereja na bolon

Sejarah telah mebuktikan, bahwa HKBP dalam melewati perjalanan dari tahun ke tahun meski sering berhadapan dengan berbagai persoanalan ditengah-tengah jemaat, namun HKBP tetap Jaya. Pantaslah kita semua menyebutkan Horas bagi HKBP. Tanpa terasa, kini HKBP sudah 150 tahun. Tentu banyak tantangan dan cobaan yang dihadapinya. Tuhan memang baik, sepanjang keruwetan yang dihadapai HKBP tetap menjadi “gereja Nabolon” gereja besar.

Berkat Yubileum diperhadapkan dengan pengharapan  melalui event ibadah dan perayaan harus disambut dengan antusias yang tinggi bagi jemaatnya yang tersebar di seluruh pelosok nusantara dan bahkan di luar negri. Tepatlah motto yang dijuluki bagi putra-putra terbaik bangsa “kemanapun orang Batak merantau, maka gerejanyapun tidak pernah ketinggalan”. Tak ayal hingga kini jumlah jemaat HKBP sudah hamper mencapai 4 Juta jiwa. Mungkin saja jika dilakukan cacah jiwa yang benar, mungkin saja sudah melebihi angka seperti yang disebutkan di atas. Tampaknya motto itu harus didukung penuh oleh warga.

Kembali ke jati diri

Gaung Jubileum yang dilaksanakan di mulai dari tingkat Huria, Resort, Distrik Wilayah sudah merupakan ukuran keberhasilan diadakannya pesta parolopolopon Jubileum di HKBP. Amat pantastis, dalam menyambut Jubileum 150 Tahun HKBP kegiatan ibadah raya pun digelar di enam besar wilayah kota, propinsi dan ibukota, yaitu di Tarutung, Medan Pakan Baru, Surabaya, Balikpapan dan di Jakarta akan menjadi tolok ukur ke depan dalam menggembalikan jati dirinya. Kembalinya HKBP kejati dirinya, yakni ketaatannya kepada Kristus di atas segala sesuatu.

Jati diri yang didasari oleh tema “Hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia; berakar, di bangun, dan bertumbuh di dalam Dia (Kolose 2:6-7), dengan sub tema  “Dengan Jubileum 150 tahun HKBP membangun jati dirinya sebagai gereja yang bersumber kepada Alkitab, beribadah dan mencerdaskan seluruh warganya, bersaksi dan melayani di tengah-tengah masyarakat, serta mandiri di bidang teologia, daya dan dana”, kegiatan yang dilandasi Firman Tuhan Yesus yang intinya telah menyelamatkan bangso Batak dari ketertinggalan dengan suku-suku lainnya, bahkan baru-baru ini diumumkan bahwa satu orang dari warga HKBP diberi penghargaan sebagai putra Batak terpintar dan terbaik saat ini.

Kita sering tidak menyadari, berkat Injil Yesus itu maka Bangso Batak diterima sebagai yang terbaik dari suku yang lainnya di dunia ini. Hal itu dibuktikan bahwa di HKBP sejak berdiri hingga di usianya yang ke-150 telah ikut mencerdaskan bangsa kita dengan mendirikan pusat-pusat pendidikan, kesehatan dan ibadah. Dalam mengelola kegiatan tsb maka julukan untuk kompleks gereja di HKBP disebut dengan “pargodungan”, sebab di aera inilah kegiatan membangun kerohanian jemaat HKBP menjadi cerdas dan bijaksana.

Mencerdaskan warganya

Tak heran kalau sumbangan HKBP bagi Negara tercita RI dilaksanakan jauh sebelum Indonesia merdeka. HKBP telah berfungsi menjadi berkat bagi tetangganya, meski berbagai pengalaman pahit di sejumlah gereja sulit dalam menerima izin membangun rumah ibadah. Benarlah bahwa gereja semakin dipersulit namun api Roh Kudus Jubileum 150 Tahun HKBP tetap menyala-nyala dikalangan warga.

Pantaslah kita semua mendukung sepenuhnya kegiatan Jubileum tsb. Sebab rencana Panitia Nasional Jubileum 150 Tahun HKBP melaksanakan kegiatan ibadah dan perayaan serta berbagai kegiatan seminar kerohanian dan kegiatan dibidang kesehatan, membangun “Sopo Marpingkir”, revitalisasi Kantor Pusat HKBP dan Rumah Sakit HKBP, pantas didukung oleh semua pihak. Dukungan tsb harus diyakini bahwa HKBP mampu mandiri dibidang teologi, daya dan dana.

Gaung perayaan Jubileum HKBP 150 Tahun telah dikumandangkan selama lima tahun yakni dengan dibentuknya Panitia Pesta Pra-Jubileum 150 Tahun HKBP di setiap distrik pelayanan HKBP di Indonesia. Gema Jubileum cukup berhasil di berbagai aras pelayanan HKBP.  Keberhasilan tsb tentu tidak lepas kaitannya dengan pembahasan mengenai Jubileum itu menurut kesaksian Alkitab. Firman Tuhanlah yang mendasari mengapa Jubileum di HKBP merupakan event yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Khotbah-khotbah dan Penalaahan Alkitab di kebaktian sector masing-masing, menjadikan makna Jubileum itu dengan mudah dapat dicerna dan diaminkan.

Bebaskan yag tertindas

Makna Jubileum itu menjadi andalan kegiatan pelayanan hingga kegiatannya  dapat diterima dan dihayati, antara lain tentang pentingnya untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. Tahun  Yobel yang dapat kita baca dalam kitab Perjanjian Lama khususnya Imamat 25:8–17, merindukan bahwa jemaat dan masyarakatknya harus dibebaskan dari perbudakan, kemiskinan termasuk di dalamnya kemiskinan rohani yang mencakup iri hati, cemburu, ketertindasan, terpenjara harus dibabaskan juga bebas dari ketidakmampuan menghargai kelebihan orang lain. Tahun Yubileum bukanlah hanya tahun pesta-pesta. Yubileum tidak berarti apa-apa tanpa program atau aktifitas pembebasan dalam menjemaatkan dan melibatkan kegiatan diakonia.

Bahkan pada masa Perjanjian Baru, dan masa kita sekarang, makna yang teramat mendalam tentang Yobel itu adalah ketika Yesus diserahkan oleh Allah menjadi tebusan bagi seluruh dunia (termasuk) kita yang berdosa, sehingga kita dibebaskan dari penjara dosa, dari tawanan iblis dan dari kuburan maut. Kita diutus untuk mereka, untuk memberitakan kabar baik (euanggelion), bahwa Yesus telah menyediakan hidup yang berlimpah (Yoh. 10:10). Itulah tugas orang Kristen dalam merayakan Tahun Yobel, Yubileum dimaksud.

Buah dari penghayatan atas maksud perayaan Yubileum maka HKBP sebagai salah satu gereja dengan jemaat terbesar di Asia, HKBP patut mensyukuri rahmat Tuhan yang begitu besar pada HKBP memberi umur yang panjang. Satu setengah abad lamanya Tuhan telah berkarya lewat HKBP. Sebab jubileum ini juga momen untuk memulihkan martabat setiap orang menjadi umat Allah yang telah dibebaskan Allah sendiri. Kemudian juga sebagai wujud kepedulian warga jemaat HKBP untuk pencapaian tujuan tahun Yobel.

Lihatlah ke depan

Gereja HKBP secara fisik yang semula kita bangun dari gubuk-gubuk, biasa saja asal ada tempat berkumpul, lama-lama gedung minimalis-maximalis. Dampak atau manfaat positif dari Jubileum sebaiknya dihayati dengan memandang ke depan. Kita tidak bisa berkutat pada sejarah masa lalu, walaupun tidak mungkin meninggalkan, kita harus memandang ke depan. Inilah yang harus disadari. Bahwa kita hidup dalam negara yang menjunjung Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu.

Di usianya 150 tahun HKBP harus menjadi gereja yang dewasa, yaitu bertindak dan bersikapm sebagai jemaat yang sudah dewa dari sudut apapun. Kalau itu sudah ada HKBP bisa berkontribusi dalam setiap lini di masyarakat. Kehadiran HKBP harus memiliki kekuatan, memiliki posisi tawar. HKBP yang inklusif, dialogis dan terbuka, marilah HKBP melayani masyarakatnya dan jemaatnya di masa yang akan datang dan lebih bergiat. Kontribusi HKBP dalam pembangunan masyarakat Indonesia salah satunya dapat dilakukan dan lebih ditingkatkan dengan merubah perilaku jemaat HKBP dalam mengisi kehidupan bermasyarakat dan bergereja.

Akhirnya, Pesta Jubileum 150 HKBP menjadi suatu jalan untuk alat menyatakan pelayanannya dalam hal ini mampu memiliki tenaga untuk kebersamaan sehingga menjadi pembawa sukacita atau terang di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam memberi pengaruh positif terhadap pembentukan sikap dan pola bertindak umat HKBP dan masyarakat luas dalam menghadapi berbagai masalah yang dihadapi. Amin (Penulis: Pendeta HKBP Resort Kalimantan Timur, tinggal di Balikpapan)